Saya pernah begitu percaya kepada seseorang yang saya anggap akan melindungi saya dalam segala hal setelah ayah saya. Namun saya salah,pada akhirnya kepercayaan hanya dibalas oleh ketidakjujurannya dan kekecewaan atas sikapnya. Saya sadar bahwa apa yang sedang kami rangkai bermula dari awal yang salah namun salahkah saya ketika saya mencoba meminta hak saya ketika saya telah berusaha memenuhi kewajiban saya? Sikap dan tutur katanya pada kala itu masih terniang jelas di ingatan saya yang selalu menuntun saya untuk membuka luka itu. Luka yang selalu muncul dan terus mengangah.
Waktu terus berjalan dan berkali-kali pun saya mencoba memberi pengertian seperti apa posisi saya dan bagaimana tanggung jawabnya terhadap saya. Namun berkali-kali itu pun saya kembali kecewa. Ketika rasa kecewa itu datang saya mencoba untuk ikhlas tapi tutur kata itu kembali terniang dan mengingatkan saya akan luka itu. Berkali - kali saya kecewa dan berkali - kali itu luka itu semakin dalam. Hingga pada akhirnya luka itu merubah "SIAPA DIRI SAYA" .