Senin, 15 September 2014

Kenangan Dalam Senja

Kenangan Dalam Senja

Senja? Dimana matahari mulai kembali dalam persembunyiannya.Namun senja selalu mempunyai kenangan tersendiri. Banyak kisah yang terlukis dalam senja. Dalam senja pulalah doa dan harapan yang terucap dari setiap insan Tuhan.
Senja? Apapun yang berhubungan dengan senja membuat Alexa teringat akan masa lalunya. Masa lalu yang indah bersama sahabat kecilnya,Nando. Sahabat yang selalu menemaninya dalam suka maupun duka dan Nando pula yang selalu memanggilnya dengan sebutan   Pooh. Karena kegemarannya terhadap kartun Winnie The Pooh. Kebersamaan itu yang menumbuhkan rasa berbeda dalam lubuk hati Alexa. Namun semua itu telah sirna seiring kepindahan Nando ke Swiss bersama orangtuanya.
Senja pulalah yang mengingatkan kembali ingatannya saat 3 tahun lalu. Saat itu,seminggu sebelum kepindahan Nando,ia bersama Nando pergi kesebuah tempat favorit mereka. Danau dipinggir kota yang merupakan tempat favorit mereka.

“Pooh,seandainya ini jadi kebersamaan terakhir kali kita,gimana perasaan loe?” tanya Nando memecahkan keheningan yang terjadi.
“Ngomong apasih loe,Ndo? Kita gak mungkun terpisah Ndo. Loe udah seperti sodara gue sendiri” Timpas Alexa
“Gue tanya seumpama beneran terjadi gimana?” tanya Nando dengan wajah serius
“Gue gak mau kita pisah,gue mau selalu ada buat loe” Ucap Alexa dan matanya berkaca-kaca
“Gue tahu itu tapi klo takdir berkata lain gimana coba?” Tanya Nando yang mencoba meyakinkan Alexa.
“Udahlah gue gak ngerti apa maksud loe” jawab Alexa kemudian meninggalkan Nando yang masih diam terpaku

Alexa yang meninggalkan Nando ditepi danau,memutuskan untuk kembali pulang ke rumah. Sesampainya dirumah,ia masih bingung dengan apa yang diucapkan Nando? Dalam hatinya ia bertanya “Jika itu terjadi apa yang harus aku lakukan? Aku ingin sebelum Nando pindah Nando mengetahui perasaan ku yang sebenarnya? Malam itu Alexa masih terus bertanya dalam hati mengenai sikap Nando.

***
Pagi itu,setelah kejadian tadi malam. Alexa melihat ada yang berbeda,tak seperti biasanya sikap Nando menjadi acuh tak acuh terhadapnya. Sepertinya Nando ingin benar-benar meninggalkannya dan melupakan semua kenangannya bersamanya. Nando tak seperti Nando yang dulu,Nando yang selalu menyapa bahkan menjailinya ketika mereka bertemu.
            Hari demi hari berlalu namun sikap Nando tetap saja dingin terhadapnya. Bahkan ia sendiri tak tahu apa yang meyebabkan sikap Nando berubah. Namun ia  tetap berharap Nando bisa kembali menjadi yang dulu. Sore itu tanpa diduga Nando datang ke rumah Alexa dengan membawa 2 buah boneka kayu. Nando meminta Alexa untuk menemuinya di teras belakang rumah Alexa.

“Alexa,ada Nando dibawah sayang Cepat turun nak..” Teriak mama Alexa 
“Apa benar Ma Nando datang ke sini?” Tanya Alexa
“Iya sayang. Cepat Turun sayang” Jawab mamanya
“Iya ma. Sebentar Alexa siap-siap bentar” sahut Alexa.

Tak sampai 5 menit Alexa pun menemui Nando. Nando yang tengah duduk di teras belakang rumahnya dengan membawa 2 boneka kayu yang bertuliskan nama mereka masing-masing.

“Hai,apa kabar?” Suara Nando memulai perbincangan
“Hai juga,aku baik-baik aja. Kamu sendiri gimana?” jawab Alexa
“Aku juga baik-baik aja. Pooh aku kesini buat minta maaf klo beberapa hari ini sikap aku berubah terhadap kamu dan aku kesini buat ngasih kamu boneka kayu ini.” Ucap Nando
“Iya,aku maafin kamu Ndo. Aku juga minta klo selama ini sikap aku kekana-kanakan. Boneka kayu yang bertuliskan namamu? Apa maksud semua ini?” Tanya Alexa
“Aku gak ada maksud apa-apa kok Pooh ku. Ini tadi aku gak sengaja beli. Ini sebagai tanda persahabatan kita aja kok Pooh” jawab Nando
“Ya deh hehhehehe....... Iya bonekanya aku terima” jawab Alexa dengan sedikit tawa
“Makasi Pooh kamu udah mau tersenyum lagi buat aku” Ucap Nando dengan senyum manis
“Nando lihat langit senja ini! Bagus ya apalagi sang mentari mau kembali ke persembunyiannya” pungkas Alexa
“Iya Pooh indah banget kayak senyum itu heheheheh...... “ jawab Nando
“Kamu tuh ya jailnya tetap aja deh “ sahut Alexa
“Pooh udah dulu ya aku pulang. Besok-besok kita becanda lagi” Pamit Nando kepada Alexa
“iya deh Ndo. Hati-hati ya “ Ucap Alexa

 Dengan hati yang bahagia Nando kemudian pergi meningggalkan rumah Alexa. Sore itu Alexa merasa bahagia dan ia berharap tak adalagi masalah antar dia dan Nando.

***
Pagi itu  Alexa menyambut hari dengan hati bahagia karena dia merasa bahwa semua maslah telah usai. Namun ketika ia membaca pesan singkat dari Nando yang diterimanya pukul 04.30

From: Nando 081 330 447 123
            04.30 A.M
Pagi,Alexa atau Pooh. Mungkin ketika kamu baca sms ini aku udah gak di Indonesia lagi. Aku ikut orang tua ku ke Swiss. Aku minta maaf klo sebelumnya aku gak ngasih tahu kamu masalah kepindahan ku. Boneka kayu kemarin adalah kenang-kenang dari aku. Anngap itu sebagai pengganti aku yang selalu ada buat kamu. Pagi ini aku berangkat pukul 05.30 A.M
Semangat Ya Pooh sekolahnya J

Seketika itu Alexa pun meneteskan airmatanya dan tubuhnya lemas seperti tak bertulang. Dalam hatinya mengapa Nando tega meninggalkannya sedangkan Nando belom mengetahui sebenarnya isi hatinya. Sekarang tak ada gunanya ia menangisi apa yang telah terjadi. Mungkin senja kemarin adalah senja terakhir dia bisa melihat senyum mnis yang terlukis dari bibir cowok yang ia sayangi. Dan Alexa akan tetap  mengenang Nando dalam hatinya. Bersama indah langit senja seperti canda tawa terakhirnya bersama Nando. Dan Alexa berharap semoga diwaktu yang akan datang ia bisa bertemu Nando.

By Iftitah Tazkiyah

**Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam cerpen ini. Karena KESEMPURNAAN hanya milik ALLAH SWT**

0 komentar:

Posting Komentar

 

Iftitah Tazkiyah Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template