Kenangan
Dalam Senja
Senja?
Dimana matahari mulai kembali dalam persembunyiannya.Namun senja selalu
mempunyai kenangan tersendiri. Banyak kisah yang terlukis dalam senja. Dalam
senja pulalah doa dan harapan yang terucap dari setiap insan Tuhan.
Senja?
Apapun yang berhubungan dengan senja membuat Alexa teringat akan masa lalunya.
Masa lalu yang indah bersama sahabat kecilnya,Nando. Sahabat yang selalu menemaninya
dalam suka maupun duka dan Nando pula yang selalu memanggilnya dengan
sebutan Pooh. Karena kegemarannya terhadap kartun
Winnie The Pooh. Kebersamaan itu yang menumbuhkan rasa berbeda dalam lubuk hati
Alexa. Namun semua itu telah sirna seiring kepindahan Nando ke Swiss bersama
orangtuanya.
Senja
pulalah yang mengingatkan kembali ingatannya saat 3 tahun lalu. Saat
itu,seminggu sebelum kepindahan Nando,ia bersama Nando pergi kesebuah tempat
favorit mereka. Danau dipinggir kota yang merupakan tempat favorit mereka.
“Pooh,seandainya ini
jadi kebersamaan terakhir kali kita,gimana perasaan loe?” tanya Nando
memecahkan keheningan yang terjadi.
“Ngomong apasih
loe,Ndo? Kita gak mungkun terpisah Ndo. Loe udah seperti sodara gue sendiri”
Timpas Alexa
“Gue tanya seumpama
beneran terjadi gimana?” tanya Nando dengan wajah serius
“Gue gak mau kita pisah,gue
mau selalu ada buat loe” Ucap Alexa dan matanya berkaca-kaca
“Gue tahu itu tapi klo
takdir berkata lain gimana coba?” Tanya Nando yang mencoba meyakinkan Alexa.
“Udahlah gue gak ngerti
apa maksud loe” jawab Alexa kemudian meninggalkan Nando yang masih diam terpaku
Alexa
yang meninggalkan Nando ditepi danau,memutuskan untuk kembali pulang ke rumah.
Sesampainya dirumah,ia masih bingung dengan apa yang diucapkan Nando? Dalam
hatinya ia bertanya “Jika itu terjadi apa yang harus aku lakukan? Aku ingin
sebelum Nando pindah Nando mengetahui perasaan ku yang sebenarnya? Malam itu Alexa
masih terus bertanya dalam hati mengenai sikap Nando.
***
Pagi
itu,setelah kejadian tadi malam. Alexa melihat ada yang berbeda,tak seperti
biasanya sikap Nando menjadi acuh tak acuh terhadapnya. Sepertinya Nando ingin
benar-benar meninggalkannya dan melupakan semua kenangannya bersamanya. Nando
tak seperti Nando yang dulu,Nando yang selalu menyapa bahkan menjailinya ketika
mereka bertemu.
Hari demi hari berlalu namun sikap Nando tetap saja
dingin terhadapnya. Bahkan ia sendiri tak tahu apa yang meyebabkan sikap Nando
berubah. Namun ia tetap berharap Nando
bisa kembali menjadi yang dulu. Sore itu tanpa diduga Nando datang ke rumah
Alexa dengan membawa 2 buah boneka kayu. Nando meminta Alexa untuk menemuinya
di teras belakang rumah Alexa.
“Alexa,ada Nando
dibawah sayang Cepat turun nak..” Teriak mama Alexa
“Apa benar Ma Nando
datang ke sini?” Tanya Alexa
“Iya sayang. Cepat
Turun sayang” Jawab mamanya
“Iya ma. Sebentar Alexa
siap-siap bentar” sahut Alexa.
Tak
sampai 5 menit Alexa pun menemui Nando. Nando yang tengah duduk di teras
belakang rumahnya dengan membawa 2 boneka kayu yang bertuliskan nama mereka
masing-masing.
“Hai,apa kabar?” Suara
Nando memulai perbincangan
“Hai juga,aku baik-baik
aja. Kamu sendiri gimana?” jawab Alexa
“Aku juga baik-baik
aja. Pooh aku kesini buat minta maaf klo beberapa hari ini sikap aku berubah
terhadap kamu dan aku kesini buat ngasih kamu boneka kayu ini.” Ucap Nando
“Iya,aku maafin kamu
Ndo. Aku juga minta klo selama ini sikap aku kekana-kanakan. Boneka kayu yang
bertuliskan namamu? Apa maksud semua ini?” Tanya Alexa
“Aku gak ada maksud
apa-apa kok Pooh ku. Ini tadi aku gak sengaja beli. Ini sebagai tanda
persahabatan kita aja kok Pooh” jawab Nando
“Ya deh hehhehehe.......
Iya bonekanya aku terima” jawab Alexa dengan sedikit tawa
“Makasi Pooh kamu udah
mau tersenyum lagi buat aku” Ucap Nando dengan senyum manis
“Nando lihat langit
senja ini! Bagus ya apalagi sang mentari mau kembali ke persembunyiannya”
pungkas Alexa
“Iya Pooh indah banget
kayak senyum itu heheheheh...... “ jawab Nando
“Kamu tuh ya jailnya
tetap aja deh “ sahut Alexa
“Pooh udah dulu ya aku
pulang. Besok-besok kita becanda lagi” Pamit Nando kepada Alexa
“iya deh Ndo. Hati-hati
ya “ Ucap Alexa
Dengan hati yang bahagia Nando kemudian pergi
meningggalkan rumah Alexa. Sore itu Alexa merasa bahagia dan ia berharap tak
adalagi masalah antar dia dan Nando.
***
Pagi itu Alexa menyambut hari dengan hati bahagia
karena dia merasa bahwa semua maslah telah usai. Namun ketika ia membaca pesan
singkat dari Nando yang diterimanya pukul 04.30
From: Nando 081 330 447
123
04.30 A.M
Pagi,Alexa
atau Pooh. Mungkin ketika kamu baca sms ini aku udah gak di Indonesia lagi. Aku
ikut orang tua ku ke Swiss. Aku minta maaf klo sebelumnya aku gak ngasih tahu
kamu masalah kepindahan ku. Boneka kayu kemarin adalah kenang-kenang dari aku.
Anngap itu sebagai pengganti aku yang selalu ada buat kamu. Pagi ini aku
berangkat pukul 05.30 A.M
Semangat Ya Pooh
sekolahnya J
Seketika
itu Alexa pun meneteskan airmatanya dan tubuhnya lemas seperti tak bertulang.
Dalam hatinya mengapa Nando tega meninggalkannya sedangkan Nando belom
mengetahui sebenarnya isi hatinya. Sekarang tak ada gunanya ia menangisi apa
yang telah terjadi. Mungkin senja kemarin adalah senja terakhir dia bisa
melihat senyum mnis yang terlukis dari bibir cowok yang ia sayangi. Dan Alexa
akan tetap mengenang Nando dalam
hatinya. Bersama indah langit senja seperti canda tawa terakhirnya bersama
Nando. Dan Alexa berharap semoga diwaktu yang akan datang ia bisa bertemu
Nando.
By
Iftitah Tazkiyah
**Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam cerpen ini.
Karena KESEMPURNAAN hanya milik ALLAH SWT**
0 komentar:
Posting Komentar