Sabtu, 13 September 2014

Ketika Hati Berbisik

Ketika Hati Berbisik
Hati? Sebuah bagian dari manusia yang sangatlah peka dengan apa yang sedang dihadapi pemiliknya. Hati juga lah yang berbisik ketika kebingungan melanda. Tak ada yang salah dengan hati. Hanya saja sedikit keteledoran yang menodai kesucian hati.
Indah Melissa,biasa dipanggil Indah. Perempuan yang rela berjuang dan berkorban demi keluarganya diusianya yang sangat belia. Yaitu 17 tahun. Ia rela mengorbankan kebahagiaannya demi membalas budi kepada kedua orang tua. Namun itu semua sirna ketika ia harus kehilangan orang tuanya yang kembali ke pangkuan Sang Mahakuasa. Penyesalan begitu dalam dirasakannya karena ia tak bisa membalas budi orang tunya.
Berawal ketika sang ayah harus di PHK dari tempat bekerjanya kemudian sang ibu lah yang menjadi tulang punggung keluarga. Ketika itu usianya masih 13 tahun. Seiring berjalannya waktu ia sadar akan keadaan keluarganya. Ia tak bisa terus-terusan mengandalkan sang ibu. Ia sadar bahwa fisik ibunya tak lagi sekuat dulu untuk mengerjakan tugasnya sebagai seorang buruh.
Tanpa sepengetahuan orang tuanya,Indah sering mencari info mengenai beasiswa dan lowongan pekerjaan. Sembari mencari,Indah yang saat ini kelas XII secara diam-diam juga bekerja disebuah toko buku yang dulu sering ia kunjungi. Walaupun gajinya tak seberapa namun menurutnya itu sudah cukup untuk membantu keadaan keluarganya.
***
Setelah sekian lama menunggu kabar,akhirnya Indah mendapat kabar bahwa dirinya mendapat beasiswa untuk sekolah di Singapura. Dengan hati yang berbunga-bunga Indah berjalan secepat kilat untuk memberitahu kedua orang tuanya.
“Assalamuallaikum,ibu....ayah.... Indah dapat beasiswa” teriak Indah
“Beasiswa? Darimana kamu nak dapat itu ?” tanya ibunya
“Maaf Indah lupa ngasih tau ibu klo Indah pernah ngirim permintaan beasiswa” jawab Indah
“Wes toh bu”e,anak oleh beasiswa kok ora disyukuri” ucap ayahnya.
“yo pak’e ibu bersyukur kok. Kamu kapan berangkat ke Singapuranya?” jawab ibu
“Setelah Indah UNAS dan lulus bu”jawab Indah
Hari demi hari berlalu selama itu Indah terus mengasah dirinya untuk menghadapi tantangan ketika ia berada di Singapura. Hingga pada akhirnya waktu yang ia tunggu datang jua. Jumat,07 Juni 2010,dimana seorang Indah Melissa menerima penghargaan sebagai siswa peraih nilai UN tertinggi se-Kabupaten. Dengan bangga kedua orang tuanya berdiri disamping anaknya membanggakannya.
***
Hari itu semua persyaratan telah terlengkapi. Lusa Indah akan pergi ke Singapura. Dengan persiapan yang matang. Akhirnya hari itu,10 Juli 2010 Indah berangkat menuju Singapura.Senyuman dan doa dari kedua orang tuanya mengiringi keberangkatan Indah. Dalam hatinya,ia berjanji akan selalu membuat senyum itu selalu terlukis dari kedua orang tuanya.
***
Tak terasa hampir setahun Indah berada di Singapura. Selama itu pula Indah tak pernah lupa untuk memberi kabar dan mengirim sedikit rezekinya kepada keluarga yang sangat ia sayangi.Hingga pada suatu ketika Indah khilaf dan melupakan tujuan awalnya. Ketika ia mengenal sosok laki-laki yang juga orang Indonesia dan teman kuliahnya.Sebut saja Angga Darmawan. Setelah Indah mengenal sosok itu,kepribadian Indah seakan berubah 180o. Indah lebih sering menghabiskan waktunya bersama Angga. Hingga suatu saat ketika Indah mendapati sebuah surat dari keluarganya di bawah meja belajarnya. Namun surat itu bertanggalkan 2 minggu yang lalu.
“Dari   : Ibu Samianingsih
              Ds. Sumber Anom 09/XII
              Jati Waringin Pacitan Jawa Timur
             Indonesia
Assalamualaikum Indah.
Apa kabar nak kamu? Di sini ibu dan ayah serta adikmu sangat merindukan mu. Kamu sibuk ya nak? Sampai-sampai kamu tak pernah mengabari kami selama 2 bulan ini. Indah ayah dan ibu selalu mendoakan yang terbaik buat kamu sayang. Ibu tak henti-hentinya selalu berdoa untuk kesuksesan mu. Tujuan ibu mengirim surat ini adalah ibu dan ayah minta maaf kalau selama ini ibu dan ayah punya salah. Dan ibu mau bilang kalau ibu sangat menyayangi kamu Indah.
Indah,jaga dirimu baik-baik ya nak. Jika nantinya ibu dan ayah tlah tiada,ibu minta tolong jaga dirimu dan adikmu,Andha. Ibu dan ayah sayang kamu INDAH

Pacitan,12 April 2012
Ibumu

Samianingsih


Indah merasa bahwa surat dari ibunya sangatlah berbeda dengan surat yang selama ini dikirimkan ibunya kepadanya. Jelas saja karena itu merupakan surat terakhir yang dikirimkan ibunya sebelum ibu dan ayahnnya pergi untuk selama-selamanya. Setelah ia mendapat kabar tersebut,Indah terkulai lemas dan airmatanya tak henti-hentinya membasahi pipinya. Ia merasa sangat menyesal karena dalam 2 bulan ini ia tak pernah memperdulikan keluarganya. Ia lupa akan janjinya terhadap hatinya jika ia akan selalu membuat kedua orang tuanya tersenyum bahagia. Namun semua sudah terlambat tak ada yang bisa diulang kembali. Kini tugasnya hanya menjaga satu-satunya keuarga yang masih ia miliki. Adiknya Andhadiana yang kini tinggal bersama neneknya.
Kini ia harus berjuang hidup untuk adiknya. Tak ada kata lain bagi Indah selain mendengarkan hatinya. Karena ia tahu bahwa hatinya lah yang akan membawa Indah,Andhadiana,Ibu,serta ayahnya kembali berkumpul dalam kehidupan abadi.

**Ifttitah Tazkiyah


**Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam cerpen ini. Karena KESEMPURNAAN hanya milik ALLAH SWT**

0 komentar:

Posting Komentar

 

Iftitah Tazkiyah Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template