Jumat, 12 September 2014

Penantian Tak Berujung

Penantian Tak Berujung

Prolog:
Ketika cinta tulus tak bisa membenamkan rasa benci,banyak airmata tulus yang berjatuhan.
Ketika rasa cinta itu lahir tak ada yang salah,hanya waktu saja yang tak tepat.
Seperti halnya penantian,ketika hati ini telah dipenuhi cinta yang tulus,tak ada lagi yang dapat membuatnya kuat untuk menunggu tanpa suatu kepastian.

Inti:
Jalinan cinta Nayla Adellia Darmawan dan Nino Bastian Gunawan berjalan tanpa hambatan yang berarti. Mereka mampu menjaga kepercayaan cinta terhadap masing-masing hingga jalinan itu terajut indah hingga di Annniversary 3th.Semua itu terajut ketika mereka berdua duduk di bangku SMP kelas 9 di SMP 12 Bandung.

Selama 3 tahun jalinan itu,tak ada halangan yang berarti. Hari-hari Nayla dan Nino dipenuhi suka cita & canda tawa. Namun semua itu sirna ketika hadirnya sosok  baru dalam hubungan mereka. Nina Mellia ,adalah sosok perempuan cantik yang mengubah canda tawa dalam hubungan Nayla dan Nino. Sejak Nino mengenal Nina,sikap Nino terhadap Nayla sangat berubah. Hingga suatu ketika,Reni (sahabat Nayla) melihat bahwa Nino sering Nge-date dengan Nina.

Pagi itu Nayla dengan penuh rasa khawatir menunggu balasan sms dari Nino melangkah pergi menuju sekolahnya. Ketika ia baru saja menempatkan tubuhnya di kursinya,tiba-tiba Reni datang.
“Nay,gue punya kabar buat lo,” celetuk Reni
“Kabar apa Ren?” tanya penasaran Nayla
“Gue kemarin gak sengaja ketemu Nino jalan bareng Nina” timpas Reni
“Mungkin loe salah lihat kali Ren,gak mungkin Nino kayak gitu” ucap Nayla
“Sumpeh gak mungkin gue salah liat Nay. Coba kemarin Nino ngasih kabar gak ke loe?”  jawab serius Reni
“Ah gak tau gue. Kemarin si Nino sama sekaili gak ngabarin gue. Gue telepon gak diangkat,gue smsgak dibalas” jawab Nayla
“Tuh kan bener,apasih yang gue bilang. Mungkin kemarin Nino sibuk sama pacar barunya,si Nina......” balas ketus Reni
“udahlah nanti biar gue tanya sendiri ke Nino” jawab Nayla

***
Sepulang sekolah,Nayla merenungkan apa yang dikatakan oleh Reni,
Dddrrrtt ddrrrttt ........
Getar hp Nayla memacahkan suasana hening,dilihatnya sms dari orang yang tak asing baginya.
Benar saja,Nino yang ngirim sms itu.

From : Nino
081 220 449 556
Siang sayang,maaf ya klo kemarin aku gak ada kabar. Sayang aku mau ngomong sama kamu. Nanti malam jam18.00 temui aku di Taman Kota.

Seketika itu hati Nayla berdebar kencang. Nayla bingung dengan sikap Nino yang berubah. Dengan berat hati iya memutuskan untuk menemui Nino. Jam dikamarnya telah menunjukkan pukul 6 petang. Saatnya bagi Nayla untuk menemui Nino di Taman Kota.
***

Nino dengan wibawanya menunngu Nayla di bangku Taman Kota. Jam ditangannya Nenunjukkan pukul 18.07 namun cewek yang ia tunggu tak kunjung datang. Setelah 10 menit berlalu akhirnya Nayla datang.

“Malam sayang” celetuk Nino
“Iya malam juga sayang” Jawab Nayla
“ada yang mau aku omongin ke kamu tapi maaf sebelumnya kalau ini menyakitin kamu” timpas Nino
“ya ngomong aja,aku siap nerima apapun kok” jawab Nayla
“Sayang,jujur aku udah ngerasa gak ada kecocokan sama kamu. Daripada kamu terluka lebih kita break aja ” ungkap Nino
“Kenapa harus break? Apa aku buat salah? Klo ya aku minta maaf. Tapi aku mohon jangan tinggalkan aku!” Jawab Nayla diiringi air mata yang membasahi pipinya.
“Kamu enggak salah kok,Cuma aku ngerasa kita udah gak bisa jalan bareng lagi” jawab Nino
“Terserahlah apa mau mu. Sekarang kamu bebas and Remember that I’ll always wait you although without surely” Jawab Nayla dengan suara lirih dan langsung pergi tanpa sepatah apapun.

***
Hatinya hancur tak bersisa. Airmatanya terus mengalir membasahi pipinya. Malam itu benar merupakan malam yang menyakitkan untuknya. Sekian lama menangis akhirnya Nayla terlelap walaupun airmata masihnya terus mengalir.
Pagi itu serasa tak ada semangat untuk mengawali hari,matanya masih sembab akibat semalaman menangis. Dengan langkah yang sangat slow, akhirnya ia memasuki ruang kelasnya. Menurutnya tak ada satuhal pun yang menarik baginya.
Hari demi hari berlalu,namun berbeda dengan apa yang sedang dirasakan Nayla. Tak terbesit dalam benaknya untuk segera melupakan kisahnya dengan Nino. Walaupun jalinan itu telah kandas 1 tahun lalu.
Hari ini yang mungkin banyak siswa SMA 7 Bandung bersuka ria. Hari ini hari perpisahan siswa kelas XII SMA 7 Bandung. Hari itu Nayla terlihat sangatlah anggun dengan kebaya warna putih dengan balutan make up natural. Senyumnya terlukis dari bibir mungilnya. Namun berbeda dengan hatinya yang masih berharap Nino datang saat ia wisuda. Namun apa yang terjadi? Nino tak menampakkan dirinya.

***
Tahun demi tahun berlalu,tak terasa kini 3 tahun sudah Nayla tak mengetahui bagaimana kabar sang pujaan hati,Nino. Namun Nayla tetap setia menjaga hatinya untuk tetap menunggu Nino walau tanpa suatu kepastian apapun. Dalam setiap malamnya Nayla membuat surat untuk Nino. Nayla ingin Nino tahu bahwa dia tak pernah terbesit untuk mengkhianati Nino.
Dan Nayla pun terkadang bertanya pada malam “Apakah Penantian ku Menjadi Penantian Tak Berujung?”
  
By:Iftitah Tazkiyah 


**Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam cerpen ini. Karena KESEMPURNAAN hanya milik ALLAH SWT**

0 komentar:

Posting Komentar

 

Iftitah Tazkiyah Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template