Sabtu, 27 September 2014

Merpati Putih

Merpati Putih
Merpati Putih,tak pernah tega mengkhianati pasangannya dan berjanji tuk saling menjaga. Mereka berjanji tuk saling melindungi dalam kondisi apapun. Mereka melambangkan dan mengajarkan tentang arti sebuah kesetiaan. Kesetiaan tanpa pengorbanan itu adalah hal mustahil. Namun jika ketulusan hati berbicara maka NOTHING IMPOSIBBLE.
Jalinan kasih Bella dan Asep tak disangka mendapat tentangan dari keluarga Bella. Pak Handoko,papa Bella yang merupakan konglomerat terkenal tak mau jika putri semata wayangnya harus menjalin hubungan dengan Asep anak seorang pedagang makanan pinggir jalan.

“ Pa,ini Asep pacar Bella” ucap Bella
“Oh ini,Asep” Jawab Pak Handoko
“Ya pak. Saya Asep” Balas Asep
“Oh ya orang tua mu kerja dimana?” tanya Pak Handoko
“Orang tua saya berjualan makanan di jl.Bandung” jawab Asep
“oh jadi kamu bukan dari golongan darah biru?” Tanya Pak Handoko
“Bukan pak. Saya rakyat biasa.” Balas Asep
“Berani sekali kamu menjalin hubungan sama anak ku?” Cetus pak Handoko
“Mungkin sudah takdir pak. Semua sudah direncanakan Tuhan.” Ucap Asep
“Saya tidak setuju kau menjalin hubungan dengan Bella. Cepat putuskan Bella” ucap Pak Handoko
“Tapi pa,Bella sayang dan cinta sama Asep. Kenapa pa?” tanya Bella
“Udahlah gak usah banyak omong” balas Pak Handoko


Sejak pak Handoko tak menghendaki jalinan mereka,Bella dan Asep tetap menjalin kasih walau secara sembunyi-sembunyi. Suatu hari ketika mereka sedang berada di dekat sebuah danau,mereka menemukan sepasang merpati putih.

“Bella lihat sepasang merpati putih itu?” Ucap Asep
“Ya Sep,aku liat kok. Mereka slalu bersama dan saling menjagga satu dengan yang lain. Ketika salah satu terluka mereka tak meninggalkan pasangannya”  Jawab Bella
“Ya Bel. Gimana klo merpati-merpati itu kita rawat saja sampai mereka sembuh.?”tanya Asep
“Ya ide bagus Sep” jawab Bella

Kemudian Bella dan Asep merawat sepasang merpati itu dengan rasa kasih sayang. Mereka juga menamai merpati itu dengan nama mereka. Setelah 2 Minggu merpati itu dirawat Asep dan Bella,akhirnya Merpati-merpati itu sembuh. Bella dan Asep yang merawat akhirnya melepaskan merpati itu. Merpati itu sebagai lambang kesetiaan cinta mereka. Mereka berharap jalinan kasih mereka seperti sepasang merpati putih yang hanya setia kepada pasangannya.

**
Hari demi hari berlalu,tetap saja Pak Handoko tak sedikit pun memberi lampu hijau untuk hubungan Asep dan Bella. Pak Handoko yang sejak awal menentang hubungan itu,akhirnya mengetahui bahwa selama ini Bella tetap saja berhubungan dengan Asep. Kemudian Pak Handoko terbesit untuk menjoodohkan Bella dengan Bastian Rudi  anak Pak Rudi partner kerja Pak Handoko.

“Bella,ada yang mau papa bicarakan” ucap Pak Handoko
“Ada apa pa?” tanya Bella kembali
“Bella,kamu papa jodohkan dengan Bastian anak Pak Rudi” balas Pak Handoko
“Apa? Bella gak setuju pa. Bella cuma cinta sama Asep.” Sahut Bella
“Asep? Anak miskin itu? Bella buka mata kamu,kamu mau hidup dengan apa? Dengan cinta? Hidup juga butuh materi sayang.” Amarah Pak Handoko
“Pokoknya Bella nggak mau pa.” Jawab Bella
“Mau atau tidak kamu tetap harus menikah dengan Bastian. Papa dan pak Rudi sepakat klo pernikahan kamu dilaksanakan 2 bulan lagi” ucap Pak Handoko
“Apa? 2 bulan lagi? Papa egois “ balas Bella


Bella kemudian pergi meninggalkan papanya dengan berlinangan air mati. Bella tak mengerti apa yang ada dalam pikiran papanya. Bella hanya ingin papanya tahu bahwa Asep tak seperti apa yang dipikirkan papanya.

**
Keesokan harinya Bella berniat untuk memberi tahu Asep mengenai rencana papanya namun itu semua urung karena Bella tak ingin merusak kebahagiaan Asep yang diterima kerja di PT. Dirgantara Indonesia.

“Bella aku ada kabar baik sayang” Ucap Asep
“Apa sayang kabar baiknya kok kayaknya kamu senang banget gitu?” Tanya Bella
“Sayang aku diterima kerja di PT.Dirgantara Indonesia. Tak lama lagi aku bisa buktiin ke papa mu klo kamu gak salah milih aku. Tapi sayang........” balas Asep
“hehe......selamat ya sayang semoga kamu sukses ya sayang. Oh ya tapi kenapa sayang?” ucap Bella
“Lusa aku harus berangkat ke Bandung sayang buat tugas pertama ku. Dan aku pasti ninggalin kamu sendirian slama 3 bulan” timpas Asep
“Aku gak papa kok sayang. Kamu fokus aja.” Jawab Bella
“Makasi ya sayang kamu udah mau ngertiin aku” balas Asep
“Iya sayang sama-sama” balas Bella

Hari yang ditunggu akhirnya datang juga. Asep  harus pergi untuk melaksanakan tugas pertamanya. Namun dalam hati Bella,ia ingin memberitahu bahwa kemungkinan besar ketika Asep kembali mungkin saja ia tidak akan menjadi milik Asep.
Sebelum kemungkinan terburuk terjadi,akhirnya Bella memutuskan untuk menulis sebuah surat untuk Asep yang Bella titipan kepada Bi Imah.


Untuk Asepnya Bella
02 Juli 2012

Dear Asep,
Maybe when you read this letter I can’t accompany you again like our memories. But I want you to know how happy am I to have you in my life. Asep thank’s for everything you give. Asep, I’m if I ever make mistake that make you feel disappointed with what I do. But 1 last message for you: “Be yourself and move on if the bad condition come to you”
Thank’s for everything and You has changed my life,Asep.
Love Bella


**
Hari demi hari berlalu kini Asep telah usia menjalankan tugasnya. Kini saat baginya untuk melamar Bella,kekasihnya. Pagi itu wajah Asep sangatlah berseri-seri untuk segera menemui Bella. Asep sengaja tak memberi tahu Bella bahwa ia akan datang melamarnya hari itu,04 Oktober 2012. Saat Asep menyusuri jalan menuju rumah Bella,tak henti-hentinya Asep membayangkan kehabagiaan jika ia dan Bella bisa bersam-sama merawat buah hati mereka. Canda,tawa,tangis,dan teriakan malaikat kecil yang kan melengkapi kehidupannya dan Bella.

Namun semua sirna ketika ia melihat bendera kuning berkibar di depan rumah Bella dan melihat salah satu karangan bunga yang bertuliskan : “Turut Berduka cita atas wafatnya Bella Putri Handoko” Tanpa berpikir panjang lagi Asep kemudian masuk dan menghampiri sosok perempuan yang ia cintai kini terbujur kaku dan tak lagi bernyawa. Bella,perempuan selama ini mengisi hatinya selain ibunya. Kini smua mimpi itu telah hilang bersama Bella yang kini meninggalkannya sendiri
.
Langkah kaki Bi Imah kemudian memecah kesedihan Asep. Bi Imah yang mendapat titipan surat dari Bella kemudian mengajak Asep ke teras belakang. Bi Imah menceritakan bahwa 1 minggu yang lalu Bella telah menikah dengan Bastian dan 3 hari lalu Bella dan Bastian berniat untuk honeymoon ke Italia naas pesawat yang ditumpangi Bella dan Bastian mengalami kecelakaan dan merenggut nyawa Bella. Asep masih termengu dalam kebingungan namun Bi Imah kemudian memberikan surat yang ditulis oleh Bella sehari setelah Asep menjalankan tugas ke Bandung.

Surat itu lah yang kini menemani Asep dalam kenangan dan mimipinya bersama Bella. Kenangan dan mimpi-mimpi itu kini hanya dapat Asep bayangkan.namun tiba-tiba Asep teringat akan sepasang Merpati Putih yang melambangkan kisah cintanya bersama Bella dan ia teringat akan janji setia yang ia lambangkan melalui merpati putih itu. Kini Asep akan selalu menjaga kesetiannya untuk Bella yang kini tlah berada berada di surga. Asep berharap smoga dikehidupan abadi kelak ia akan kembali bersatu bersama Bella. Seperti janji SANG MERPATI PUTIH tuk slalu menjaga kesetiaannya hanya pada pasangannya.

By Iftitah Tazkiyah

**Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam cerpen ini. Karena KESEMPURNAAN hanya milik ALLAH SWT**

0 komentar:

Posting Komentar

 

Iftitah Tazkiyah Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template