Merpati
Putih
Merpati
Putih,tak pernah tega mengkhianati pasangannya dan berjanji tuk saling menjaga.
Mereka berjanji tuk saling melindungi dalam kondisi apapun. Mereka melambangkan
dan mengajarkan tentang arti sebuah kesetiaan. Kesetiaan tanpa pengorbanan itu
adalah hal mustahil. Namun jika ketulusan hati berbicara maka NOTHING IMPOSIBBLE.
Jalinan
kasih Bella dan Asep tak disangka mendapat tentangan dari keluarga Bella. Pak
Handoko,papa Bella yang merupakan konglomerat terkenal tak mau jika putri
semata wayangnya harus menjalin hubungan dengan Asep anak seorang pedagang
makanan pinggir jalan.
“
Pa,ini Asep pacar Bella” ucap Bella
“Oh
ini,Asep” Jawab Pak Handoko
“Ya
pak. Saya Asep” Balas Asep
“Oh
ya orang tua mu kerja dimana?” tanya Pak Handoko
“Orang
tua saya berjualan makanan di jl.Bandung” jawab Asep
“oh
jadi kamu bukan dari golongan darah biru?” Tanya Pak Handoko
“Bukan
pak. Saya rakyat biasa.” Balas Asep
“Berani
sekali kamu menjalin hubungan sama anak ku?” Cetus pak Handoko
“Mungkin
sudah takdir pak. Semua sudah direncanakan Tuhan.” Ucap Asep
“Saya
tidak setuju kau menjalin hubungan dengan Bella. Cepat putuskan Bella” ucap Pak
Handoko
“Tapi
pa,Bella sayang dan cinta sama Asep. Kenapa pa?” tanya Bella
“Udahlah
gak usah banyak omong” balas Pak Handoko
Sejak
pak Handoko tak menghendaki jalinan mereka,Bella dan Asep tetap menjalin kasih
walau secara sembunyi-sembunyi. Suatu hari ketika mereka sedang berada di dekat
sebuah danau,mereka menemukan sepasang merpati putih.
“Bella
lihat sepasang merpati putih itu?” Ucap Asep
“Ya
Sep,aku liat kok. Mereka slalu bersama dan saling menjagga satu dengan yang
lain. Ketika salah satu terluka mereka tak meninggalkan pasangannya” Jawab Bella
“Ya
Bel. Gimana klo merpati-merpati itu kita rawat saja sampai mereka sembuh.?”tanya
Asep
“Ya
ide bagus Sep” jawab Bella
Kemudian
Bella dan Asep merawat sepasang merpati itu dengan rasa kasih sayang. Mereka
juga menamai merpati itu dengan nama mereka. Setelah 2 Minggu merpati itu
dirawat Asep dan Bella,akhirnya Merpati-merpati itu sembuh. Bella dan Asep yang
merawat akhirnya melepaskan merpati itu. Merpati itu sebagai lambang kesetiaan
cinta mereka. Mereka berharap jalinan kasih mereka seperti sepasang merpati
putih yang hanya setia kepada pasangannya.
**
Hari
demi hari berlalu,tetap saja Pak Handoko tak sedikit pun memberi lampu hijau
untuk hubungan Asep dan Bella. Pak Handoko yang sejak awal menentang hubungan
itu,akhirnya mengetahui bahwa selama ini Bella tetap saja berhubungan dengan
Asep. Kemudian Pak Handoko terbesit untuk menjoodohkan Bella dengan Bastian
Rudi anak Pak Rudi partner kerja Pak
Handoko.
“Bella,ada
yang mau papa bicarakan” ucap Pak Handoko
“Ada
apa pa?” tanya Bella kembali
“Bella,kamu
papa jodohkan dengan Bastian anak Pak Rudi” balas Pak Handoko
“Apa?
Bella gak setuju pa. Bella cuma cinta sama Asep.” Sahut Bella
“Asep?
Anak miskin itu? Bella buka mata kamu,kamu mau hidup dengan apa? Dengan cinta?
Hidup juga butuh materi sayang.” Amarah Pak Handoko
“Pokoknya
Bella nggak mau pa.” Jawab Bella
“Mau
atau tidak kamu tetap harus menikah dengan Bastian. Papa dan pak Rudi sepakat
klo pernikahan kamu dilaksanakan 2 bulan lagi” ucap Pak Handoko
“Apa?
2 bulan lagi? Papa egois “ balas Bella
Bella
kemudian pergi meninggalkan papanya dengan berlinangan air mati. Bella tak
mengerti apa yang ada dalam pikiran papanya. Bella hanya ingin papanya tahu
bahwa Asep tak seperti apa yang dipikirkan papanya.
**
Keesokan
harinya Bella berniat untuk memberi tahu Asep mengenai rencana papanya namun
itu semua urung karena Bella tak ingin merusak kebahagiaan Asep yang diterima
kerja di PT. Dirgantara Indonesia.
“Bella
aku ada kabar baik sayang” Ucap Asep
“Apa
sayang kabar baiknya kok kayaknya kamu senang banget gitu?” Tanya Bella
“Sayang
aku diterima kerja di PT.Dirgantara Indonesia. Tak lama lagi aku bisa buktiin
ke papa mu klo kamu gak salah milih aku. Tapi sayang........” balas Asep
“hehe......selamat
ya sayang semoga kamu sukses ya sayang. Oh ya tapi kenapa sayang?” ucap Bella
“Lusa
aku harus berangkat ke Bandung sayang buat tugas pertama ku. Dan aku pasti
ninggalin kamu sendirian slama 3 bulan” timpas Asep
“Aku
gak papa kok sayang. Kamu fokus aja.” Jawab Bella
“Makasi
ya sayang kamu udah mau ngertiin aku” balas Asep
“Iya
sayang sama-sama” balas Bella
Hari
yang ditunggu akhirnya datang juga. Asep
harus pergi untuk melaksanakan tugas pertamanya. Namun dalam hati
Bella,ia ingin memberitahu bahwa kemungkinan besar ketika Asep kembali mungkin
saja ia tidak akan menjadi milik Asep.
Sebelum
kemungkinan terburuk terjadi,akhirnya Bella memutuskan untuk menulis sebuah
surat untuk Asep yang Bella titipan kepada Bi Imah.
Untuk
Asepnya Bella
02
Juli 2012
Dear
Asep,
Maybe
when you read this letter I can’t accompany you again like our memories. But I
want you to know how happy am I to have you in my life. Asep thank’s for
everything you give. Asep, I’m if I ever make mistake that make you feel
disappointed with what I do. But 1 last message for you: “Be yourself and move
on if the bad condition come to you”
Thank’s
for everything and You has changed my life,Asep.
Love
Bella
**
Hari
demi hari berlalu kini Asep telah usia menjalankan tugasnya. Kini saat baginya
untuk melamar Bella,kekasihnya. Pagi itu wajah Asep sangatlah berseri-seri
untuk segera menemui Bella. Asep sengaja tak memberi tahu Bella bahwa ia akan
datang melamarnya hari itu,04 Oktober 2012. Saat Asep menyusuri jalan menuju
rumah Bella,tak henti-hentinya Asep membayangkan kehabagiaan jika ia dan Bella
bisa bersam-sama merawat buah hati mereka. Canda,tawa,tangis,dan teriakan
malaikat kecil yang kan melengkapi kehidupannya dan Bella.
Namun
semua sirna ketika ia melihat bendera kuning berkibar di depan rumah Bella dan
melihat salah satu karangan bunga yang bertuliskan : “Turut Berduka cita atas
wafatnya Bella Putri Handoko” Tanpa berpikir panjang lagi Asep kemudian masuk
dan menghampiri sosok perempuan yang ia cintai kini terbujur kaku dan tak lagi
bernyawa. Bella,perempuan selama ini mengisi hatinya selain ibunya. Kini smua
mimpi itu telah hilang bersama Bella yang kini meninggalkannya sendiri
.
Langkah
kaki Bi Imah kemudian memecah kesedihan Asep. Bi Imah yang mendapat titipan
surat dari Bella kemudian mengajak Asep ke teras belakang. Bi Imah menceritakan
bahwa 1 minggu yang lalu Bella telah menikah dengan Bastian dan 3 hari lalu
Bella dan Bastian berniat untuk honeymoon ke Italia naas pesawat yang
ditumpangi Bella dan Bastian mengalami kecelakaan dan merenggut nyawa Bella.
Asep masih termengu dalam kebingungan namun Bi Imah kemudian memberikan surat
yang ditulis oleh Bella sehari setelah Asep menjalankan tugas ke Bandung.
Surat
itu lah yang kini menemani Asep dalam kenangan dan mimipinya bersama Bella.
Kenangan dan mimpi-mimpi itu kini hanya dapat Asep bayangkan.namun tiba-tiba
Asep teringat akan sepasang Merpati Putih yang melambangkan kisah cintanya
bersama Bella dan ia teringat akan janji setia yang ia lambangkan melalui
merpati putih itu. Kini Asep akan selalu menjaga kesetiannya untuk Bella yang
kini tlah berada berada di surga. Asep berharap smoga dikehidupan abadi kelak
ia akan kembali bersatu bersama Bella. Seperti janji SANG MERPATI PUTIH tuk
slalu menjaga kesetiaannya hanya pada pasangannya.
By
Iftitah Tazkiyah
**Mohon maaf apabila ada kesalahan dalam cerpen ini.
Karena KESEMPURNAAN hanya milik ALLAH SWT**
0 komentar:
Posting Komentar