Jejak
Perjuangan (part 1)
(True Story from
supporter of TIMNAS U19)
Semua
mimpi pasti membutuhkan perjuangan untuk mewujudkannya.. Tak ada kata instan
untuk mewujudkan impian itu menjadi kenyataan.. Namun jejak-jejak perjuangan
itulah yang dapat menjadikan seseorang akan selalu mengingat betapa sulitnya
untuk mewujudkan mimpi menjadi nyata. Dan orang tersebut akan berusaha untuk
tetap mempertahankannya dengan segala kemampuannya.
Perjuangan
gigih ditunjukkan oleh Dina,Iftitah,Hulda,Nadine,Reynata, dan Rifka. Atau yang
biasa disebut GRUPEBOL. Tak ada kata menyerah yang mereka tunjukkan ketika
mereka berusaha sebisa mungkin untuk bisa menemui para punggawa TIMNAS
INDONESIA U19. Tak ada yang bisa mematahkan semangat 6 gadis remaja yang
berasal dari Sidoarjo Jawa Timur. Jejak perjuangan tersebut dimulai ketika
Timnas U19 melakukan tur nusantara jilid 1. Tanggal 19 Februari 2014,awal dari
jejak itu.
Siang
itu,panas udara kota Sidoarjo tak bisa menghalangi semangat Grupebol. Apalagi
ini adalah kesempatan untuk kembali bisa bertemu dengan TIMNAS U19 setelah 6
bulan tak bisa bertemu. Semua rintangan mereka lalui bersama,salah satunya
mereka harus ijin hanya mengikuti jam pelajaran hanya setengah jam saja. Namun
itu tak membuat semangat mereka menurun sedikitpun.Perjuangan mereka akhirnya terbayrkan ketika mereka bisa kembali
dengan Putu Gede,Zulfiandi,Septian David,Dinan Javier, dan Bagas Adi di lobby
The Sun Hotel.
“Hi,itu
Putu !” Seru Iftitah
“Bukan
itu orang China If” jawab Rifka
“Bukan!
Itu Putu, Rifka!” Balas Iftitah
“Yaudah
daripada kalian tengkar mending kita ke sana aja” seru Hulda
“Ya
ide bagus itu Hul” jawab Nadine
Akhirnya
mereka menghampiri laki-laki yang tengah berdiri. Dan ternyata benar itu adalah
Putu Gede.Betapa bahagia perasaan gadis-gadis itu. Mereka tak membuang
kesempatan untuk kemudian berfoto ria dengan 5 punggawa TIMNAS U19, Putu
Gede,Zulfiandi,Septian David,Dinan Javier, dan Bagas Adi.
Iftitah
memcoba untuk terus memberi semangat kepada teman-temannya untuk tetap menunggu
punggawa lain. Grupebol kemudian menunggu punggawa lain,karena sedikit
kecapekan ahirnya mereka duduk di emperan toko di kompleks SUNCITY MALL. Rasa
capek mereka sedikitpun tak bisa menenggelamkan semangat Grupebol untuk tetap
menunggu punggawa Timnas U19.
Waktu
terus berlalu namun semangat Grupebol tetap membara bagai api yang membakar
jiwa Iftiitah dkk. Perjuangan mereka kemudian terbayarkan ketika mereka tanpa sengaja
bertemu Ryuji Prabowo &Ichsan Kurniawan. Kemudian mereka pun berfoto ria
walaupun mereka berfoto di pingggir jalan. Tak ada kata malu ataupun risih
ketika Grupebol harus mendapat celaan dari beberapa pengunjung mall.
Waktu yang telah menunjukkan petang tak bisa lagi
menutupi kelelahan grupebol setelah hampir 4 jam menunggu seseorang yang
spesial yaitu Miftahul Hamdi. Jondisi kesehatan Rifka adalah salah satu
penyebab mereka harus segera kembali. Tapi mereka besok pasti kembali untuk
mengukir jejak perjuangan.
**
Hari
itu,20 Februari 2014 Grupebol kembali mengukir jejak perjuangan. Namun hari ini
mereka mungkin bisa dikatan lebih beruntung. Karena Mifttahul Hamdi akhirnya
mau menemui mereka di lobby hotel meskipun itu jam istirahat pemain. Berfoto
ria telah menjadi tradisi ketika mereka bertemu punggawa Timnas U19.
Setelah
mereka bertemu dengan Miftahul Hamdi,mereka tak lantas kembali. Namun mereka
menunggu di lobby hotel. Setelah sekian waktu menunggu,akhirnya mereka bertemu
dengan Reza Pahlevi dan Eriyantou. Berfoto ria lah mereka dengan Reza Pahlevi
dan Eriyantou.
Kemudian
sebuah ide terlintas dibenak Reynata,bagaimana jika mereka menuju bagian
belakang hotel? Kini mereka berada di belakang hotel dan sedikit beristirahat
dengan duduk di parkiran mobil. Tak disangka ada 4 pemain yang kini tengah
melakukan latuhan ringan. Punggawa itu adalah Yabes Roni,Reza Pahlevi,Febly
Gushendra,dan Miftahul Hamdi. Berfoto ria lagi lah mereka bersama ke 4 pemain
itu.
Udara
dingin dan mendung kota Sidoarjo tak menyurutkan semangat Iftitah dkk. Langit
yang cerah kini telah tertutup oleh mendung tebal. Tak disangka dewi fortuna
berpihak kepada mereka akhirnya mereka bisa berfoto ria lagi bersama Dinan
Javier dan Bagas Adi.Tiba-tiba hujan mengguyur Sidoarjo. Dan kini Grupebol dan
ke 2 pungawa Garuda terjebak ditengah guyuran hujan. Tak ada pilihan lain untuk
mereka selain berteduh di pos satpam.
“kak
Dinan,pin bbnya kaka tetap kah?” tanya Iftitah
“udh
ganti adek” jawab Dinan
“Yaudah
deh kak gapapa” balas Iftitah
“Kak
lain waktu boleh kah kakak main ke skolah kita?” Tanya Reynata
“Insya
ya dek “ bals Dinan dengan tersenyum
10
menit berlalu akhirnya hujan sedikit reda, Dinan dan Bagas akhirnya pun
meninggalkan Reynata dan Iftitah di pos satpam,tempat mereka berteduh dari
hujan. 10 menit yang berarti bagi Reynata dan Iftitah,mereka bisa merasakan
bagaimana rasanya bisa berbincang dan berda dalam 1 ruangan dengan punggawa
Garuda Jaya.
**
Tanpa
disangka tangisan Nadine bisa meluluhkan
hati seorang Mahdi Fahri Albaar. Mahdi yang berada didalam bus,mencoba untuk
keluar untuk menemui Nadine. Namun usaha Mahdi tersebut dihalangi oleh salah
satu staff kepelatihan Timnas U19. Untuk menenangkan hati Nadine,akhirnya Mahdi
menggunakan bantal leher yang berasal dari Nadine.
“Dine,lihat
en Mahdi makai bantal leher dari kamu “ ucap Iftitah
“Mana?
Kak Mahdi mana?” balas Nadine
“Ituloh
yang makai bantal leher Nadine” Jawab Iftitah
“Iya
If ya aku tahu” jawab Nadine
“Udahlah Dine gak usah nangis lagi. Timnas U19
abis ini ya balik ke sini lagi kok” Ucap Iftitah
Keberangkatan
Timnas U19 pun akhirnya diiringi oleh airmata kasih sayang dari
Dina,Hulda,Nadine,Reynata,dan Rifka. Mereka 5 dari 6 anggota Grupebol berharap
akan ada kesempatan lagi untuk bisaa bercengkrama bersam Timnas U19 seperti
ketika makan siang tadi sebelum Timnas U19 berangkat menuju Bangkalan Madura.
Part 2 >>>>>>>
**
BY: IFTITAH TAZKIYAH
**Cerita
ini benar-benar terjadi. Semua tokoh dalam cerpen ini benar-benar asli.
Meskipun ada beberapa bagian cerita yang tak mungkin dapat saya ceritakan
seutuhnya karena menyangkut privasi seseorang.
0 komentar:
Posting Komentar