Jumat, 03 Oktober 2014

Jejak Perjuangan (part 1)

Jejak Perjuangan (part 1)
 (True Story from supporter of TIMNAS U19)
Semua mimpi pasti membutuhkan perjuangan untuk mewujudkannya.. Tak ada kata instan untuk mewujudkan impian itu menjadi kenyataan.. Namun jejak-jejak perjuangan itulah yang dapat menjadikan seseorang akan selalu mengingat betapa sulitnya untuk mewujudkan mimpi menjadi nyata. Dan orang tersebut akan berusaha untuk tetap mempertahankannya dengan segala kemampuannya.
Perjuangan gigih ditunjukkan oleh Dina,Iftitah,Hulda,Nadine,Reynata, dan Rifka. Atau yang biasa disebut GRUPEBOL. Tak ada kata menyerah yang mereka tunjukkan ketika mereka berusaha sebisa mungkin untuk bisa menemui para punggawa TIMNAS INDONESIA U19. Tak ada yang bisa mematahkan semangat 6 gadis remaja yang berasal dari Sidoarjo Jawa Timur. Jejak perjuangan tersebut dimulai ketika Timnas U19 melakukan tur nusantara jilid 1. Tanggal 19 Februari 2014,awal dari jejak itu.
Siang itu,panas udara kota Sidoarjo tak bisa menghalangi semangat Grupebol. Apalagi ini adalah kesempatan untuk kembali bisa bertemu dengan TIMNAS U19 setelah 6 bulan tak bisa bertemu. Semua rintangan mereka lalui bersama,salah satunya mereka harus ijin hanya mengikuti jam pelajaran hanya setengah jam saja. Namun itu tak membuat semangat mereka menurun sedikitpun.Perjuangan  mereka  akhirnya terbayrkan ketika mereka bisa kembali dengan Putu Gede,Zulfiandi,Septian David,Dinan Javier, dan Bagas Adi di lobby The Sun Hotel.

“Hi,itu Putu !” Seru Iftitah
“Bukan itu orang China If” jawab Rifka
“Bukan! Itu Putu, Rifka!” Balas Iftitah
“Yaudah daripada kalian tengkar mending kita ke sana aja” seru Hulda
“Ya ide bagus itu Hul” jawab Nadine

Akhirnya mereka menghampiri laki-laki yang tengah berdiri. Dan ternyata benar itu adalah Putu Gede.Betapa bahagia perasaan gadis-gadis itu. Mereka tak membuang kesempatan untuk kemudian berfoto ria dengan 5 punggawa TIMNAS U19, Putu Gede,Zulfiandi,Septian David,Dinan Javier, dan Bagas Adi.

Iftitah memcoba untuk terus memberi semangat kepada teman-temannya untuk tetap menunggu punggawa lain. Grupebol kemudian menunggu punggawa lain,karena sedikit kecapekan ahirnya mereka duduk di emperan toko di kompleks SUNCITY MALL. Rasa capek mereka sedikitpun tak bisa menenggelamkan semangat Grupebol untuk tetap menunggu punggawa Timnas U19.

Waktu terus berlalu namun semangat Grupebol tetap membara bagai api yang membakar jiwa Iftiitah dkk. Perjuangan mereka kemudian terbayarkan ketika mereka tanpa sengaja bertemu Ryuji Prabowo &Ichsan Kurniawan. Kemudian mereka pun berfoto ria walaupun mereka berfoto di pingggir jalan. Tak ada kata malu ataupun risih ketika Grupebol harus mendapat celaan dari beberapa pengunjung mall.
            Waktu yang telah menunjukkan petang tak bisa lagi menutupi kelelahan grupebol setelah hampir 4 jam menunggu seseorang yang spesial yaitu Miftahul Hamdi. Jondisi kesehatan Rifka adalah salah satu penyebab mereka harus segera kembali. Tapi mereka besok pasti kembali untuk mengukir jejak perjuangan.

**
Hari itu,20 Februari 2014 Grupebol kembali mengukir jejak perjuangan. Namun hari ini mereka mungkin bisa dikatan lebih beruntung. Karena Mifttahul Hamdi akhirnya mau menemui mereka di lobby hotel meskipun itu jam istirahat pemain. Berfoto ria telah menjadi tradisi ketika mereka bertemu punggawa Timnas U19.
Setelah mereka bertemu dengan Miftahul Hamdi,mereka tak lantas kembali. Namun mereka menunggu di lobby hotel. Setelah sekian waktu menunggu,akhirnya mereka bertemu dengan Reza Pahlevi dan Eriyantou. Berfoto ria lah mereka dengan Reza Pahlevi dan Eriyantou.

Kemudian sebuah ide terlintas dibenak Reynata,bagaimana jika mereka menuju bagian belakang hotel? Kini mereka berada di belakang hotel dan sedikit beristirahat dengan duduk di parkiran mobil. Tak disangka ada 4 pemain yang kini tengah melakukan latuhan ringan. Punggawa itu adalah Yabes Roni,Reza Pahlevi,Febly Gushendra,dan Miftahul Hamdi. Berfoto ria lagi lah mereka bersama ke 4 pemain itu.

Udara dingin dan mendung kota Sidoarjo tak menyurutkan semangat Iftitah dkk. Langit yang cerah kini telah tertutup oleh mendung tebal. Tak disangka dewi fortuna berpihak kepada mereka akhirnya mereka bisa berfoto ria lagi bersama Dinan Javier dan Bagas Adi.Tiba-tiba hujan mengguyur Sidoarjo. Dan kini Grupebol dan ke 2 pungawa Garuda terjebak ditengah guyuran hujan. Tak ada pilihan lain untuk mereka selain berteduh di pos satpam.

“kak Dinan,pin bbnya kaka tetap kah?” tanya Iftitah
“udh ganti adek” jawab Dinan
“Yaudah deh kak gapapa” balas Iftitah
“Kak lain waktu boleh kah kakak main ke skolah kita?” Tanya Reynata
“Insya ya dek “ bals Dinan dengan tersenyum

10 menit berlalu akhirnya hujan sedikit reda, Dinan dan Bagas akhirnya pun meninggalkan Reynata dan Iftitah di pos satpam,tempat mereka berteduh dari hujan. 10 menit yang berarti bagi Reynata dan Iftitah,mereka bisa merasakan bagaimana rasanya bisa berbincang dan berda dalam 1 ruangan dengan punggawa Garuda Jaya.

**
Jumat,21 Februari 2014. Banyak doa,airmata,dan harapan yang mengiringi perjalanan Timnas U19 ke Madura untuk melawan Tim Prapon Jatim di st. Gelora Bangkalan. Tak terkecuali airmata tulus dari Nadine,Rifka,Hulda,Reynata,dan Dina yang trus membasahi pipi mereka. Mereka 5 dari 6 anggota Grupebol menangis karena teringat akan pertemuan dengan Timnas U19 saat makan siang sebelum Timnas U19 berangkat menuju Bangkalan.

Tanpa disangka tangisan Nadine  bisa meluluhkan hati seorang Mahdi Fahri Albaar. Mahdi yang berada didalam bus,mencoba untuk keluar untuk menemui Nadine. Namun usaha Mahdi tersebut dihalangi oleh salah satu staff kepelatihan Timnas U19. Untuk menenangkan hati Nadine,akhirnya Mahdi menggunakan bantal leher yang berasal dari Nadine.

“Dine,lihat en Mahdi makai bantal leher dari kamu “ ucap Iftitah
“Mana? Kak Mahdi mana?” balas Nadine
“Ituloh yang makai bantal leher Nadine” Jawab Iftitah
“Iya If ya aku tahu” jawab Nadine
 “Udahlah Dine gak usah nangis lagi. Timnas U19 abis ini ya balik ke sini lagi kok” Ucap Iftitah

Keberangkatan Timnas U19 pun akhirnya diiringi oleh airmata kasih sayang dari Dina,Hulda,Nadine,Reynata,dan Rifka. Mereka 5 dari 6 anggota Grupebol berharap akan ada kesempatan lagi untuk bisaa bercengkrama bersam Timnas U19 seperti ketika makan siang tadi sebelum Timnas U19 berangkat menuju Bangkalan Madura.

Part 2 >>>>>>>
** BY: IFTITAH TAZKIYAH

**Cerita ini benar-benar terjadi. Semua tokoh dalam cerpen ini benar-benar asli. Meskipun ada beberapa bagian cerita yang tak mungkin dapat saya ceritakan seutuhnya karena menyangkut privasi seseorang.

0 komentar:

Posting Komentar

 

Iftitah Tazkiyah Copyright © 2012 Design by Ipietoon Blogger Template